Sudah kesekian kalinya, entah aku tak menghitung sudah berapa banyak pertengkaran kecil dan sangat remeh menyelingi malam-malam kita. Ada beberapa hal yang seharusnya tak perlu dipersoalkan, tapi akhirnya berujung pada 'sensi', diam bahkan 'air mata'.
Setelah aku pikir-pikir, kita berdua memang sangat berbeda jauh. Baik dari segi karakter dan cara menanggapi sesuatu. Kau melihat ke timur, sedangkan aku lebih condong ke barat. Terkadang, atau bolehkah aku katakan, seringnya pendapat kita tak pernah bertemu. Aku yang manja, cengeng dan suka berpikir terlalu jauh, sangat kontras dengan dirimu yang cuek, santai dan lebih suka berpikir praktis. Gaya kita yang bertolak belakang itu terkadang memicu pertengkaran yang sebenarnya sangat tak perlu untuk dibahas. Apalagi setelah aku ingat-ingat akulah yang suka mencari-cari titik api yang tak perlu 'dinyalakan'. Aku tau seperti itulah adanya dirimu, kamu juga tak bisa berpura-pura untuk selalu membujuk 'kebandelan' ku saat sedang kumat. Itu katamu. Dasar memang keras kepala. Aku tetap saja berharap kamu mau sedikiiiit saja mengalah dan membujukku (meskipun bukan tiap masalah terjadi karena kesalahan darimu). Dan seringnya ketika kamu tetap bersikap 'cool-kas', seperti anak-anak yang tidak diberikan permen kesukaannya aku malah semakin menjadi-jadi, dan ga heran kalo seringnya kamu lebih memilih diam. Seperti percakapan kita berikut ini, ketika aku mulai mendesak diam-mu.
"Kamu jangan diam, dong..."
Wuuush! Kepalamu berasap.
"Aku ga tau mau ngomong apa."
"Ya, tapi jangan diam aja, ngomong apa kek.." aku meranjuk manja, yang sumpah mati kamu pasti sudah sangat muak mendengarnya.
Diam, lagi.
Aku mulai mengeluarkan kalimat favaoritku, "Kamu kok jadi marah sih sama aku?"
Iuh, plis deh, cape deh (+3jari), batinmu meronta-ronta kepanasan.
"Dukh, kamu tuh kok suka banget nuduh sih. AKu ga marah.."
"Tapi kok diam? Jangan diam dong?" Ulangku ga penting untuk kesekian kalinya.
Ih, cuek amat sih ni orang. Bilang sayang kek, cinta kek, apa kek gitu.. :(
"Udah kita tidur aja deh." Kecuekanmu berlanjut dengan mantap.
"Iiihh, aku ga bisa tidur kalo gini..." rengekku tak mau mengalah.
"Ya habis mo ngapain lagi?" suaramu naik satu oktaf.
"Tuh kan, kamu marah.."
Grggghgghggg!!!!!!!!!%@&$%@$^$@%&!$%%@
End so on..so on..
What a fatigue conversation!
And I made it.. I always made it...
Oh, how please I am..
Well, gud news, since there will be no phone call tonight.. probably you can take a rest. A peace rest, without my sharp-noisy voice..
Means no arguing tonight..
no fatigue..
No head ache..
No tears..
No me..
Just get rest-lah..

