Rabu, 11 November 2009
This is my memories - Introduction
Ketika Wina seorang gadis muda harus menerima kenyataan bahwa hidupnya akan berakhir dalam hitungan tahun bahkan mungkin bulan, perasaan memberontak dan marah mengisi hari-hari terakhirnya. Kegalauan kala harus meninggalkan kekasih tercinta dan juga pergulatan batinnya dalam memaafkan ibu kandungnya yang setelah ia divonis sakit baru mencoba memperbaiki hubungan diantara mereka yang sudah kritis.
Apakah kebencian memang memberikan jalan keluar yang terbaik? Ataukah sebaliknya hanya memperumit persoalan hati?
Terkadang melalui kepahitan manusia baru bisa belajar untuk memaafkan. Namun pada akhirnya semua tetap berpulang kembali lagi pada pribadinya masing-masing, apakah memilih untuk tetap membenci atau melupakan.
Senin, 28 September 2009
Untitled 2
“Ta, hp kamu kok ga bisa dihubungin beberapa hari ini, kamu kemana aja, ga ngasi kabar ke aku?” semburnya setelah berdiri didepan Tania.
Akh, alasan apa lagi yang harus kukarang, pikir Tania.
“Oh, itu ibuku agak kurang sehat. Aku sengaja ga ke kampus nemanin ibu dirumah,” jawab Tania singkat sambil melanjutkan jalan. Andre mengikutinya.
“Dan hp kamu? Kenapa kamu ga pernah telpon aku,” tanya Andre tak puas dengan jawaban Tania. Tania memutar bola matanya. Ga bakal berhenti sebelum dia puas, batinnya.
“Ndre, aku ga mau bikin kamu kuatir, ibu cuma perlu check up aja kok. Ntar siang aku mau bawa ibu ke rumah sakit,” tukas Tania ingin segera menyudahi percakapan ini.
“Ya udah, nanti aku antarin ya, Ta,” kata Andre lagi.
“Ndre, aku..”
“Dan aku ga pengen denger kata nggak usah,” lanjutnya sambil memegang lengan Tania.
Inilah yang paling menyebalkan darinya. Selalu memaksa, keluh Tania. Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Tania mengangguk sambil berlalu menuju ruang kuliahnya.
“Ntar aku keluar jam 11. Aku tunggu di tempat parkir, Ta,” Andre setengah berteriak pada Tania.
Tania menghilang dalam lokal yang hampir kosong. Ia mengambil tempat di dua barisan paling belakang. Sendiri. Tak punya banyak teman dikampus ini. Apalagi setelah sibuk merawat ibunya. Hubungan dengan teman-temannya dulu semakin renggang. Apalagi dengan Lana, orang yang dulu disebutnya sahabat. Tania jadi tahu, tak ada teman yang sejati didunia ini. Apalagi sahabat.
Entah kenapa Andre masih betah berlama-lama dengannya. Tania jarang punya waktu berduaan dengan Andre. Karena waktunya banyak dihabiskan dirumah atau dirumah sakit. Andre menjadi nomor kesekian dalam hidupnya. Hanya masalah waktu saja yang akan menyadarkan Andre untuk mengakhiri hubungan mereka. Dan ia berharap Andre segera sadar. Tania tak butuh laki-laki saat ini. Tania hanya butuh ibunya.
Satu-satu bangku kosong terisi. Hingga akhirnya dosen masuk ke lokal dan memulai kuliahnya tentang sesuatu yang kedengarannya seperti manajemen dan tetek bengek-nya. Hah, aku benar-benar tak mengerti apa yang dibicarakan dosen berkepala botak ini. Mungkin usianya akhir 40-an. Pikir Tania malah memusatkan perhatian pada dosennya dan bukan kuliahnya. Bajunya ga cocok dengan celananya. Kacamatanya kegedean. Ukh, baru 10 menit aku udah bosan banget.. pikirnya lagi.
Getar dari hp-nya mengagetkannya. Sms. Andre. Apalagi nih? Batinnya.
“Ta, jangan ngelamun, dengerin dosennya tuh, hehe. Love u,” bunyi sms dari Andre. Tania tersenyum. Andre yang baik dan manis. Entah kenapa aku tak bisa mencintainya. Tania memejamkan mata dan mengingat pertemuan pertamanya dengan Andre.
“Nih, hapus ingus kamu tuh, jelek banget keliatannya.” Sebuah tangan mengulurkan selembar tisu. Tania mendongak dan melihat wajah yang tak asing lagi. Andre. Andre sang bintang basket. Ya, dia Andre, bintang di klub basket kampusnya.
Tania cepat-cepat mengambil tisu dari tangan Andre dan menghapus ingus dan airmata dari wajahnya. Tania sedang berada di atap gedung kampusnya. Sejak mendengar kabar tentang ibunya yang sakit, dia sering melarikan diri dan merenung ditempat ini. Tak punya teman yang punya waktu untuk mendengarnya, Tak punya teman yang peduli padanya. Hanya ada sahabat yang menggoreskan luka yang tak akan pernah pulih.
Tania belajar bercerita pada angin. Meski tak bisa bicara, paling tidak ia mendengar tangisan Tania dan menyampaikannya pada sosok ayahnya.
Andre duduk tak jauh disamping Tania. Tania hanya diam sambil berusaha meredam airmatanya yang tak berhenti mengalir. Andre mengenakan kacamata yang sepertinya janggal dipakai oleh seorang bintang basket. Dijarinya terselip sebatang rokok yang tinggal setengah. Mereka sama-sama diam. Hanya mendengar desau angin.
Hingga akhirnya, “Kalo boleh tau kenapa kamu nangis,” suara berat itu mengagetkan Tania. Tania masih berusaha menahan isak tangisnya, berpikir haruskah dijawab pertanyaan laki-laki ini? Atau dia pergi saja sekarang? Namun ada sesuatu yang menahan langkah kakinya pergi saat itu.
Dan ia malah menjawab pertanyaan Andre dengan balik bertanya, “Kamu, ngapain kesini?”
Andre mematikan rokok yang kini sudah habis dihisapnya. Lalu menoleh pada Tania, “Lho, emang ga boleh ya kesini, apa tempat ini punya pribadi?” tanyanya lagi sambil tersenyum. Manis. Kacamatanya dilepasnya. Semakin menonjolkan wajahnya yang jauh dari buruk.
Tania berdiri mengibaskan celana jeansnya, “Ga ada yang ngelarang kok. Aku cuma heran aja, ngapain bintang besar kaya kamu sendirian datang ketempat yang jauh dari fans-fans kamu,” sahutku sambil bersandar pada pagar pembatas.
Dia ikut berdiri. “Jadi kamu kenal sama aku ya?” katanya sambil terus memasang senyum manisnya. Hah, bagus Tania, sekarang kau uda buat dia makin besar kepala, Tania menyesal kenapa dia harus bicara pada makhluk manis ini. Dan sekarang tambah lagi kau bilang dia manis? Ukh, emang dia manis kok. Tapi jangan terpancing, Tania, kata hatinya.
“Kenal sih ga, cuma siapa sih yang ga tau bintang basket dikampus ini?”, jawabnya berharap lelaki ini segera berlalu dari tempat ini.
“Mungkin, seorang cewek yang lagi nangis sendirian di atap gedung kampus?” katanya hampir seperti rayuan.
Sadar dirinya ketahuan nangis, Tania merasa malu, “Emang nangis ga boleh ya, itu kan hak asasi manusia,” tukas Tania sambil membuang tisu pemberian Andre.
“Ga ada yang ngelarang kok, kamu nangis aja lagi, aku masi punya tisu nih,” katanya mulai menyebalkan.
Tania memandangnya dan berkata, “Bukan urusanmu, kan.”
“Hei, aku ga bermaksud..” Tania menyambar tasnya dan melangkah menuju pintu tangga.
“Hei, bentar, nama kamu siapa?” Teriakannya tak terdengar lagi oleh Tania.
“Saya harap anda semua mempelajari bab 3-4 untuk pokok bahasan minggu depan. Dan yang saya maksud adalah bener-benar mempelajarinya,” suara melengking dosen itu mengakhiri kuliah pagi ini.
Tania yakin tak ada yang mendengar teriakan dosen itu. Ia merasa lega, langsung memasukkan diktat yang tak pernah dibukanya sedari tadi. Dia sedang melangkah keluar ruang kuliah, ketika tiba-tiba ada yang menarik tangannya.
“Ta, kok udah lama ga keliatan?” Suara sahabatnya, lebih tepatnya mantan sahabatnya tak asing lagi ditelinganya. Tania berbalik dan berusaha untuk tersenyum.
“Oh, kamu aja kali yang sibuk ga ngeliat aku. Aku dikampus terus kok,” jawab Tania tak acuh. Lana balas tersenyum.
“Kamu dikampus terus tapi ga pernah ngumpul paper-paper kamu, Ta?” lanjut Lana sambil mengikuti langkah Tania. Sok peduli amat sih ni orang, pikir Tania kesal.
“Aku bakal ngumpulin itu semua nanti,” sahut Tania seraya mempercepat langkahnya.
“Tapi kita udah mau semesteran, Ta. Gimana kamu mau nyelesain paper kamu yang menggunung sementara..”
Dia berhenti. Lalu, “Eh, Ibu kamu apa kabar, Ta?” tanyanya tiba-tiba. Tania berhenti dan menatap Lana.
“Heh, masi ingat rupanya kamu sama ibu aku. Kenapa tiba-tiba nanya? Itu bukan urusan kamu kan,” Tania mulai gusar. Apa pedulinya? Buat apa dia tanya ibu sekarang? Sialan! Tania mengumpat dalam hati. Lana terdiam sejenak. Sementara Tania mempercepat langkahnya.
“Ta, kamu masi marah sama aku ya. Please, aku harus gimana, Ta supaya kamu mau maafin aku?” Lana berusaha mengejar Tania.
“Lan, kenapa kamu harus minta maaf? Emang kamu salah apaan sih, Lan,” Tania tak berusaha untuk tak bersikap sarkastik.
“Ta, please, jangan kaya gini sama aku,” Lana berusaha meraih tangan Tania, yang langsung dikibaskan oleh Tania.
“Don’t you even dare, Lan. Buat aku kamu udah ga ada,” bentak Tania seraya berlalu meninggalkan Lana yang tercekat.
Rabu, 09 September 2009
Kirsten Stewart-nya Twilight

Sapa sih yang g kenal ama Kirsten Stewart?
O.. banyak juga ternyata.. hehe.. Klo ga kenal berarti kalian ga pernah or belum pernah or ga suka nonton film Twilight yang diadopsi dari novel best seller karya Stephanie Meyer dengan bintang utamanya Robert Pattinson n Kirsten Stewart.
Hmm, akhir - akhir ini suka ngikutin perkembangan film lanjutannya, New Moon (yang belum tau kapan ya bisa ditonton di bisokop Indonesia?) Punya cita-cita juga ngoleksi Novel saganya. Hehe..
Tapi bukan filmnya yang mo aku omongin disini, bukan juga si ganteng Pattinson yang sekarang jadi pujaan tiap cewe ABG, tapi aku lagi ngefans banget ama pemeran utama cewe-nya yang lagi naik daun, si Kristen Stewart.
Hmm, kenapa?
Selain karena wajah uniknya yang ga bisa dibilang cantik sih, tapi enak banget untuk dilihat, lebih menarik tanpa riasan berlebih karena daya tariknya tuh di mata dan bentuk wajahnya yang alami. Kirsten sendiri pun sepertinya jarang menggunakan asesoris berlebihan dan polesan make-up yang norak, kesederhanaan dan alami yang biasa ia tampilkan dalam kesehariannya.
Selain itu aktingnya dalam film pertama Twilight ini lumayan bagus. Gaya dan gerak tubuhnya ekspresif, aktingnya alami dan lagi-lagi kesederhanaan penampilannya justru meninggalkan kesan mendalam.
Pokoknya salut buat Kirsten. Keren banget! Semoga dia ga cuma jadi artis musiman, tapi bertahan terus sampe matang...!
Hmm, jadi pengen niru gaya-nya Kirsten.. hehe..
(*ngarep mode on) ^^.
Kamis, 03 September 2009
Bagaimana kita bisa memilih antara Tuhan dan orang yang kita cintai?

Bagaimana kita bisa memilih antara Tuhan dan orang yang kita cintai?
Kenapa aku ulangi lagi judul tersebut diatas? Karena ternyata pertanyaan ini sangat mudah sekaligus sangat susah untuk dipahami.
Sebagian orang akan menjawab, "Ya Tuhan dong.. dosa loh, kalo lebih cinta manusia daripada Tuhan.."
Lebih sedikit orang akan mengerutkan kening, sambil memiringkan kepala, berpikir sejenak, lalu dengan pelan menjawab, "Ga salah tuh..? Keyakinan dan perasaan mana bisa dipisahin.. Gila kali ya.."
Itu hasil survei dari beberapa teman yang aku coba ajukan pertanyaan gampang-gampang-susah atau susah-susah-gampang ini.
Hmm, Dia atau dia.
Hmm, dia atau Dia.
Kalau menurut aku sendiri, aku lebih setuju pada mereka yang memilih untuk 'tidak memilih',nya dengan kata lain mereka yang tidak bisa / tidak mau memisahkan antara Tuhan dan orang yang dikasihi.
Aku setuju bahwa keyakinan dan masalah perasaan adalah dua hal yang berbeda tapi berjalan dalam rel yang sama. Ketika kau memiliki perasaan dalam tak terbendung yang membuatmu sadar bahwa kau tak bisa hidup tanpa kehadiran dia dalam hidupmu, bahwa kau mampu melakukan hal tergila apapun demi hanya untuk menyenangkan dia. Itu disebut mencintai. Disisi lain kau juga memiliki satu kerinduan dalam hatimu untuk memuja sesuatu yang jauh lebih besar dari seluruh alam semesta ini. Dan kau tahu, sadar serta meyakininya.
Mereka adalah dua prinsip berbeda tapi berputar dalam satu kali rotasi. Kita tidak bisa memisahkan antara yang satu dengan yang lain. Perasaan dan keyakinan. Cinta dan Tuhan.
Aku ambil contoh lagi seperti ini.
Tuhan menciptakan manusia. Lalu Ia cipta pula cinta.
Tuhan, manusia, cinta.
Manusia berada pada deretan tengah. Jadi manusia diciptakan untuk Tuhan dan untuk cinta. Tidak dibatasi, tidak dihalangi dan tidak dibebani.
Hanya bagaimana cara menjalani hubungan antara kita dan Tuhan atau kita dan cinta, hal itulah yang terkadang menjadi alasan bagi kita kita untuk memberi ruang dan jarak antara kedua hal itu.
Bagiku, aku tak bisa menentukan harus memilih mana antara keyakinan dan perasaanku. Karena aku tahu itu semua bersumber kepada satu Kuasa. Aku tak bisa membayangkan harus menjalani hidup dengan dia tanpa DIA, atau hidup dengan DIA tanpa dia.
Bukan pilihan yang harus diambil, bukan juga pertanyaan rumit yang harus dipahami. Hanya bagian dalam kehidupanku yang harus aku terima dan lakoni dengan apa adanya, tanpa embel-embel 'pilihan'. Lagipula memilih untuk 'tak memilih' adalah suatu pilihan juga, kan? :)
cheers,
me
Selasa, 01 September 2009
Untitled 1

Tania kecil berada dalam sebuah rumah yang sangat dikenalnya. Rumah bertingkat dua dengan halaman belakang yang sangat luas. Tania berteriak kegirangan diatas ayunan yang terbang tinggi. Ayahnya berada dibelakangnya, berjaga-jaga apabila ia jatuh maka ada tangan yang kokoh dan kuat siap menangkapnya. Kedua kakaknya berlarian mengitari halaman sambil bermain dengan selang air. Mengeluarkan suara yang tak kalah ributnya dengan Tania. Ibunya tengah sibuk berkutat dengan bunga-bunga kesayangannya, tersenyum melihat keramaian yang ditimbulkan oleh anak-anaknya tercinta. Rumah yang hangat, penuh cinta dan kasih sayang.
“Dorong terus, yah,” suara manja Tania menyuruh ayahnya untuk mendorong ayunan lebih kuat lagi.
“Ayah capek, sayang. Ayah istirahat dulu ya,” kata ayahnya sambil duduk dirumput. Tania tidak senang karena keinginannya tidak dipenuhi, memasang muka cemberut.
“Ayah, curang,” katanya seraya turun dari ayunan dan berusaha menarik tangan ayahnya. Kedua kakaknya datang menghambur sambil membawa selang air ditangan mereka.
“Serbu ayah,” teriak mereka sambil menyirami ayahnya dengan selang air. Tania tertawa kegirangan dan ingin ikut memegang selang air itu.
“Tania mau,” katanya seraya mencoba meraih selang dari tangan kakaknya. Tapi kakaknya tidak mau memberikan padanya dan terus menyirami ayahnya sambil tertawa-tawa. Ayahnya hanya diam mengamati tingkah laku anak-anaknya. Tanpa ekspresi.
Disela-sela tawa kedua kakaknya, Tania melihat wajah ayahnya semakin mengabur. Pertama-tama putih memucat. Mungkin karena kedinginan, pikir Tania. Lama-kelamaan wajahnya tembus pandang. Hingga akhirnya menghilang.
“Ayah,” teriak Tania. “Berhenti, berhenti! Ayah hilang!” serunya. Kini seluruh badan ayahnya perlahan-lahan memudar dan terus memudar, hingga akhirnya menyatu dengan udara.
Kakak-kakaknya tetap tertawa-tawa seperti tak terjadi apa-apa. Ibu terus tersenyum sambil tetap sibuk dengan bunga dan tanah yang mengotori tangan halusnya. Tania berlari menuju tempat dimana ayahnya tadi berada. Dan kini ia yang tersiram air.
“Ayah, jangan pergi,” tangisnya sambil merengkuh udara. Ia masih bisa merasakan kehangatan ayahnya disana.
“Jangan pergi,” isaknya disela suara tawa kedua kakaknya.
Ia berharap ini hanya mimpi.
Ia tahu ini hanya mimpi.
Bangun! Bangun! Ini cuma mimpi! Bangun, Tania! Bangun!
Dan akhirnya ia terbangun. Mendapati dirinya berada di atas tempat tidur di sebuah kamar mungil. Kamarnya. Badannya basah. Bukan karena air, tapi keringat yang membanjiri tubuhnya.
“Hah, mimpi sialan!” umpatnya seraya mencampakkan selimut ke lantai. Dan berusaha melupakan wajah ayahnya yang memudar. Sekeras apapun usahanya menghilangkan gambaran itu, tetap ia melekat dibenaknya. Seperti mimpi-mimpi yang senantiasa menemani malam-malamnya.
Ia berusaha untuk menahan titik air yang mengalir dipipinya dengan memejamkan matanya. Namun seperti biasanya, tak pernah berhasil. Tania yang sekarang berumur 22 tahun. Tania yang sekarang masih menangisi kepergian ayahnya.
Jumat, 28 Agustus 2009
Untitled 1
“Dorong terus, yah,” suara manja Tania menyuruh ayahnya untuk mendorong ayunan lebih kuat lagi.
“Ayah capek, sayang. Ayah istirahat dulu ya,” kata ayahnya sambil duduk dirumput. Tania tidak senang karena keinginannya tidak dipenuhi, memasang muka cemberut.
“Ayah, curang,” katanya seraya turun dari ayunan dan berusaha menarik tangan ayahnya. Kedua kakaknya datang menghambur sambil membawa selang air ditangan mereka.
“Serbu ayah,” teriak mereka sambil menyirami ayahnya dengan selang air. Tania tertawa kegirangan dan ingin ikut memegang selang air itu.
“Tania mau,” katanya seraya mencoba meraih selang dari tangan kakaknya. Tapi kakaknya tidak mau memberikan padanya dan terus menyirami ayahnya sambil tertawa-tawa. Ayahnya hanya diam mengamati tingkah laku anak-anaknya. Tanpa ekspresi.
Disela-sela tawa kedua kakaknya, Tania melihat wajah ayahnya semakin mengabur. Pertama-tama putih memucat. Mungkin karena kedinginan, pikir Tania. Lama-kelamaan wajahnya tembus pandang. Hingga akhirnya menghilang.
“Ayah,” teriak Tania. “Berhenti, berhenti! Ayah hilang!” serunya. Kini seluruh badan ayahnya perlahan-lahan memudar dan terus memudar, hingga akhirnya menyatu dengan udara.
Kakak-kakaknya tetap tertawa-tawa seperti tak terjadi apa-apa. Ibu terus tersenyum sambil tetap sibuk dengan bunga dan tanah yang mengotori tangan halusnya. Tania berlari menuju tempat dimana ayahnya tadi berada. Dan kini ia yang tersiram air.
“Ayah, jangan pergi,” tangisnya sambil merengkuh udara. Ia masih bisa merasakan kehangatan ayahnya disana.
“Jangan pergi,” isaknya disela suara tawa kedua kakaknya.
Ia berharap ini hanya mimpi.
Ia tahu ini hanya mimpi.
Bangun! Bangun! Ini cuma mimpi! Bangun, Tania! Bangun!
Dan akhirnya ia terbangun. Mendapati dirinya berada di atas tempat tidur di sebuah kamar mungil. Kamarnya. Badannya basah. Bukan karena air, tapi keringat yang membanjiri tubuhnya.
“Hah, mimpi sialan!” umpatnya seraya mencampakkan selimut ke lantai. Dan berusaha melupakan wajah ayahnya yang memudar. Sekeras apapun usahanya menghilangkan gambaran itu, tetap ia melekat dibenaknya. Seperti mimpi-mimpi yang senantiasa menemani malam-malamnya.
Ia berusaha untuk menahan titik air yang mengalir dipipinya dengan memejamkan matanya. Namun seperti biasanya, tak pernah berhasil. Tania yang sekarang berumur 22 tahun. Tania yang sekarang masih menangisi kepergian ayahnya.
“Bu, Tania pergi dulu ya. Nanti Tania cepat pulang. Ibu jangan lupa minum obatnya, ya,” kata Tania sambil mencium lembut dahi ibunya.
Ibunya hanya mengangguk lemah. “Kak, jangan lupa kasi ibu obatnya trus nanti aku datang siang, kita langsung ke rumah sakit,” lanjutnya pada Rina, perawat yang menjaga ibunya.
“Ya, Mbak,” jawab Rina sambil mendorong kursi roda ibunya, masuk kedalam rumah.
Sementara Tania mengambil tasnya buru-buru, sudah terlambat kuliah. Ia mengambil jurusan Manajemen di Universitas swasta di Medan. Ia tinggal dirumah ini bersama ibunya, perawat dan pembantunya.
Ayahnya meninggal pada waktu ia masih SD. Kecelakaan mobil. Waktu ia duduk di bangku SMU, ibunya menikah lagi . Entah karena cinta atau karena materi. Tak pernah tahu. Namun setelah 3 tahun menikah, tak lama setelah didiagnosis kanker payudara, suami barunya meninggalkannya, untungnya beserta dengan sejumlah materi yang bisa membuat Tania dan ibunya bertahan hingga saat ini. Itupun semakin menipis akibat biaya pengobatan dan tagihan disana-sini.
Kedua kakak Tania, dengan alasan tak bisa meninggalkan pekerjaan mereka, memilih untuk menetap dikota yang sangat jauh dari rumah, sehingga Tania hanya seorang diri merawat dan menjaga ibunya. Ia tak keberatan. Tidak. Hanya muak dengan sikap kedua saudaranya yang seolah melupakan ia dan ibunya. Kakak sulungnya sudah berkeluarga, sukses dan memiliki karir yang sangat gemilang disalah satu bank swasta terkenal di Jakarta.
Sementara kakak keduanya mengambil beasiswa diluar negeri. Mungkin secara finansial mereka selalu mendukung, tapi yang ibunya butuhkan bukanlah materi, melainkan dukungan moril dan kasih sayang. Tapi Tania tidak pernah mengeluh tentang itu. Bahkan baginya, mereka bukan lagi keluarganya. Keluarganya hanya ia dan ibunya.
Senin, 10 Agustus 2009
Just an Introduction

Suatu waktu di pagi yang kelabu dan suram…
Pernahkah kau merasa jalan hidupmu seakan semakin pendek, dari tempatmu berdiri sekarang kau bisa melihat ujungnya. Kau tidak lagi menempuh jalan yang panjang dan berliku. Kini perlahan tapi pasti, kau hampir tiba ditujuanmu. Meskipun bagimu, kau tak tahu kemana arah jalanmu dan akan berakhir dimana hidupmu ini.
Aku pernah. Bahkan saat ini aku sedang merasakannya.
Kau tahu, hidupku dipastikan akan berhenti dalam waktu yang tak lama lagi. Namun sungguh diluar kuasa dan kehendakku, aku tak tahu harus berhenti dimana. Dan aku tak tahu kapan harus berhenti.
Bisakah kau bayangkan hidupmu sebentar lagi akan menemui tepinya, sementara tak banyak hal yang telah kau lakukan selama ini yang cukup baik untuk ditinggalkan bagi mereka yang kau sayangi dan menyayangimu. Tak banyak, bahkan tak ada bagian dari dirimu yang bisa membuat orang lain berkata: ‘Oh, dia. Ya, aku kenal dia. Aku sungguh bangga bisa mengenalnya’ atau, ‘Dia temanku. Teman yang istimewa’ atau lagi, ‘Aku takkan pernah melupakan dia seumur hidupku’.
Ironis bukan? Betapa hari-hari yang kau lalui adalah kesia-siaan belaka. Ketika kau sudah melihat tanda itu diakhir perjalanan hidupmu, kau baru sadar, segala sesuatu yang kau lakukan selama ini tak berarti. Dan ketika kau terbangun, semua sudah terlambat. Waktu enggan berkompromi denganmu. Bagianmu hampir habis. Dan yang ada dikepalamu hanyalah bagaimana kau akan mengisi sisa hari yang singkat ini. Apa yang seharusnya kau lakukan? Apa yang sebaiknya kaukatakan? Semakin kau berpikir, semakin kau menyesali hidupmu. Dan satu kalimat terpaku mati dibenakmu, aku belum siap. Masih banyak hal-hal didunia ini yang harus aku lakukan. Masih banyak rencana-rencanaku yang belum terselesaikan. Masih banyak, dan aku belum siap.
Aku belum siap.
Aku belum siap.
Aku belum siap.
Namun, tetap akhirnya perhentianku adalah disini. Hampir tiba saatnya bagiku untuk meninggalkan segala hal yang aku sayangi. Melepaskan semua memori yang telah menemani setiap detik hidupku selama ini. Sulit untuk mengucapkan selamat tinggal, kau tahu, kan?
Dan semua ini bermula dibulan Januari yang indah dan berwarna.
Januari yang merupakan awal hidup baru bagi orang lain, tetapi akhir bagi duniaku. Akhir bagi hidupku.
Akhir bagi segalanya.
Rabu, 05 Agustus 2009
Kacau
padahal terkadang kita sendiri yang menghadirkan kekacauan..
I hate last nite..
I hate it that I can not fixed everything..
I just wanna hate...............
Senin, 03 Agustus 2009
Fallen

I can't believe it,
you're a dream comin' true
I can't believe how
I have fallen for you...
And I was not looking,
was content to remain
And it's ironic
to be back in the game..
You are the one
who's led me to the sun
How could I know
that I was lost without you...
And I want to tell you,
you control my brain
And you should know
that you are life in my veins..
You are the one
who's led me to the sun
How could I know that
I was lost without you...
I can't believe it,
you're a dream comin' true
I can't believe how
I have fallen for you..
And I was not looking,
was content to remain
And it's erotic
to be back in the game...
(Song by : Lauren Wood)
Rabu, 29 Juli 2009
So happy

I hope its just not a dream. But dream comes true.
I have so much plan to do, but in this 'limited' situation, being with you, just knowing that you'll be here with me, is all I ever needed. Perhaps if someday we got a better chance, we will make a big plan about that, right?
Well... okay.. Its 16 more to 'the day'...
Yippiyy....
I cant even barely wait for that moment...
:)
Kamis, 16 Juli 2009
Persimpangan
Selama waktu itu aku jalani hidupku seperti mendaki bukit, terkadang turun lembah, bahkan menyelami lautan dalam, naik lagi melayang di udara, terhempas lagi ke bumi, begitu terus hingga rasanya badanku akan rontok. Tak lama lagi. Mungkin.
Kini aku sudah terjatuh begitu dalam, oleh pilihan yang menghantarkanku ditengah-tengah area yang tak lagi kukenal. Aku tersesat oleh pilihanku sendiri. Seperti benang kusut yang tak bisa dikembalikan lagi Aku mau keluar dari sini. Aku sudah cukup lelah dan penat dengan berada di tempat yang bukan seharusnya aku berada.
Aku berdiri sekarang, beratus-ratus km jauhnya dari persimpangan awal tadi. Dan aku tak tahu jalan kembali.
Selasa, 14 Juli 2009
Rest
Lately, I often feel bored with my day, my life, my....
I need some rest..
Really, I do..
Hope that plan will come true..
Senin, 13 Juli 2009
Buku, tak bisa hidup tanpanya
This is one of my sister's writing. I always like her writing. GO SISTA!!! :P
Buku harus djadikan kapak untuk mencairkan lautan beku dalam diri kita
- Franz Kafka, Penulis
Mel Gibson dalam Brave Heart boleh saja berujar ‘Life without freedome is not life at all’. Tapi, buku mania punya tagline-nya sendiri, ‘Life without books is not life at all’.
Tak akan ada imajinasi dan insipirasi. Tak ada kepuasan usai menuntaskan membaca buku. Tak ada diskusi seru dan tidak ada tempat pelarian dari rutinitas. Bisa dibayangkan betapa ‘hampa’nya hidup tanpa buku?
Buat sebagian orang hobi membaca identik dengan kutu buku. Namun sekarang zaman sudah berubah. Seiring dengan kian banyaknya varian buku yang beredar membaca bukan hobi jadul lagi.
Bisa dikatakan membaca sudah menjadi aktifitas penunjang prestise dan acuan untuk dianggap mengikuti perkembangan life style. Mengapa tidak? Seseorang bisa dicap ‘tidak gaul’ bila belum menamatkan Harry Potter. Tak tahu tetralogi-nya Andrea Hirata, kemana aja loe? Yah…begitulah kira-kira komentar yang diperoleh bila mengaku belum menyentuh buku-buku tadi.
Sah saja bila orang menganggap buku sekadar prestisenya atau pelengkap pergaulan. Namun sejatinya buku memberikan lebih dari itu. Sebuah kepuasan, menghilangkan kejenuhan, sumber inspirasi, wadah menjadi orang lain lewat tokoh dalam cerita dan melebarkan sayap imajinasi dengan membebaskan pembaca mempersepsi cerita berdasarkan daya khayalnya.
Pilih ‘Menu’ mu
Bila diibaratkan, buku tak ubahnya adalah makanan. Tak selamanya nasi goreng nikmat disantap setiap saat atau pizza misalnya. Kadang kala di waktu-waktu tertentu ubi goreng sudah cukup. Bahkan ada masa dimana emping lebih memberikan kepuasan dibanding dengan sandwich.
Demikian juga dengan buku. Bagi dia yang mengaku pecinta novel thriller mustahil saja, bila setiap saat dihabiskannya melalap novel-novel ala Stephen King. Pasti ada moment-moment tertentu dimana koleksi Hilman Hariwijaya-lah yang dibutuhkan. Dan di waktu yang lain lagi dia akan memilih ‘Laskar Pelangi' atau mungkin karya-karyanya Nicholas Sparks dan Danielle Steel. Bahkan jangan-jangan Harlequin pun termasuk dalam daftar ’menu’nya.
Fiksi ke Fakta
Bagian tubuhnya yang masih kering merinding, setengahnya lagi terbenam dalam air sedingin es. Angin kejam mengibarkan rambutnya.. Harry mulai gemetar keras. Dia menghindari memandang tempat duduk penonton. Tawa mereka semakin keras, dan terdengar teriakan-teriakan mencemooh anak-anak Slytherin…
Kemudian mendadak saja Harry merasa seakan ada bantal tak kelihatan yang ditekapkan ke mulut dan hidungnya. Dia berusaha bernapas, tetapi kepalanya jadi pusing. Paru-parunya kosong, dan dia mendadak merasa kedua sisi lehernya sakit seperti tertusuk.
Dia menekan tangan ke sekeliling lehernya dan teraba olehnya dua torehan di bawah telinganya menganga di udara yang dingin…Dia punya insang. Tanpa berpikir lagi, dia melakukan satu-satunya hal yang masuk akal –dia terjun ke air.
Tegukan pertama air danau yang sedingin es terasa bagaikan napas kehidupan. Kepalanya berhenti berputar. Dia meneguk air lagi dan air itu dengan lancar keluar lagi melewati insangnya, mengirim udara kembali ke otaknya. Dia menjulurkan tangan di depannya dan menatapnya. Kedua tangannya tampak hijau dan pucat di bawah air, dan keduanya berselaput.
Dia berputar dan ganti memandang kakinya. Telapak kakinya telah memanjang dan jari-jarinya juga berselaput. Rasa-rasanya sekarang dia punya sirip.
Apa yang dicari orang dari novel fiksi fantasi? Mungkin salah satunya adalah unsur tak biasa, petualangan yang mustahil terjadi di dunia nyata. Seperti yang dialami Harry Potter tatkala bermetamorfosis menjadi manusia setengah ikan dalam ‘Harry Potter and The Goblet of Fire’. Buku Harry Potter memang penuh petualangan ajaib. Wajar saja bila orang rela menukar waktu tidurnya demi menghabiskan cerita si bocah penyihir tersebut. Kehidupan penyihir yang serba bisa, serba mencengangkan sekaligus juga serba menakutkan inilah yang dinantikan pembaca.
Bila Harry Potter membuai dengan fantasinya, beberapa buku justru menampilkan kisah nyata yang menghanyutkan pembaca. Banyak buku sekarang yang berkisah mengenai pengalaman pribadi penulisnya.. Beberapa sekadar omong kosong, guyonan namun sebagian lagi benar-benar menyentuh hati dan memberikan hikmah.
Seperti buku karangan Dave Pelzer, ‘A Child Called It’, ’The Lost Boy’ dan ’A Man Named Dave’. Novel-novel ini berisi rangkaian kisah yang dialami sang penulis. Dimana ia bergelut dengan penyiksaan mental dan fisik yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri.
Pada akhirnya memang dengan perjuangan, semangat dan cinta Dave Pelzer dapat bertahan. Bahkan ia mendapat penghargaan Teen Outstanding Young Americans tahun 1993 dan menulis buku yang menginspirasi banyak orang. Dave berhasil keluar dari lilitan masalahnya dan menyublim dari nothing menjadi something.
Bukankah kita seringkali merasa tidak sanggup dan ingin berhenti ketika masalah datang? Namun lewat membaca kisah-kisah hidup para ’pejuang’ seperti Dave Pelzer tentunya akan menghidupkan kembali semangat yang layu dan menciptakan harapan baru bukan?
Demikianlah, jika fiksi menciptakan ruang untuk melebarkan sayap imajinasi maka pengalaman-pengalaman nyata penuh motivasi seperti yang dituliskan Dave Pelzer memberi tempat bagi pembaca untuk belajar dan memaknai hidup.
Ringan ke Berat
Banyak sindiran yang mengatakan novel-novel teenlit yang sedang marak bermunculan seperti Dea Lova dan kawan-kawannya atau yang lagi hangat-hangatnya sekarang blog dijadikan novel, buku harian plus pengalaman-pengalaman lucu seseorang yang dikumpulkan dan disusun menjadi buku adalah novel ’kacangan’.
Toh, meskipun kacang itu garing, ada yang melempem dan tidak mengenyangkan namun tetap saja enak dikunyah saat-saat santai. Demikian jugalah dengan novel teenlit. Orang boleh saja menyebutnya novel ’kacangan’ namun tiada dapat dipungkiri bahasanya yang ringan, sederhana memudahkan orang untuk mencernanya.
Apalagi kalau sedang buntu. Jangan ditambah dengan buku-buku karangan Dan Brown, John Sandford dan Jonathan Lethem yang membutuhkan konsentrasi penuh untuk dimengerti. Alangkah lebih baik bila pilihan dijatuhkan pada ‘Kambing Jantan’, ’Cado-cado‘ alias ’Catatan Dodol Calon Dokter’ yang notabene baik segi jalan cerita maupun penuturannya dapat meringankan pikiran dan menurunkan kadar mumet.
Namun tak selamanya tertawa dapat membuat rileks. Justru dengan adanya proses ‘berpikir’ malah menciptakan ketenangan. Tak percaya? Kalau sudah begini saatnya menaikkan grade dengan membaca bacaan ‘berat’.
Seperti koleksinya si masterpiece John Grisham. Mulai dari ‘The Rain Maker’, ‘The Client’, ‘The Street Lawyer’, ‘Pelican Brief’ sampai ‘The Firm’. Bahasanya memang sedikit kaku, penuh dengan istilah-istilah hukum dan soal-menyoal masalah perdata hingga pidana..
Awalnya memang membingungkan dan butuh konsentrasi menerjemahkan maksud ceritanya. Apalagi buat pembaca yang ‘buta’ akan hukum. Namun entah mengapa ada gairah tersendiri di tengah usaha menjalin makna setiap kalimatnya.
Mencoba memahami apa yang diutarakan para tokoh. Terkadang juga sekejap menghapal istilah-istilah yang mungkin saja berguna suatu saat atau sekadar menambah perbendaharaan.
Diam sejenak. Lalu mulai membaca ulang kala tak mengerti. Lantas selanjutnya, tersungging senyum dan rona kepuasan sontak terpancar begitu halaman terakhir dari novel usai dituntaskan. Mungkin inilah yang disebut dengan passion...
Melayang Bersama Jodi Picoult
Tidak peduli kehidupan macam apa yang ku alami pasti kau ada di ujungnya
-Eric dalam Vanishing Acts by Jodi Picoult-
Cinta bukanlah suatu kontrak, dan bukan suatu akhir yang bahagia. Cinta adalah papan tulis di bawah kapur tulis, tanah darimana gedung-gedung muncul, dan oksigen dalam udara
–Vanishing Acts by Jodi Picoult-
Aku mencintaimu sudah sejak lama, sehingga aku tak ingat awalnya
-Cop dalam Plain Truth by Jodi Picoult-
Kau boleh tidak membutuhkanku, Tuan Putri, tapi brengsek, aku membutuhkan kau!
-Jake dalam The First Time by Joy Fielding-
Maka dengan mata membundar terdengarlah seruan, “So sweet…” usai menuntaskan novel-novel pagutan Jodi Picoult, Joy Fielding dan novel lain yang sama-sama mengusung drama-romantis.
Last but not the least, apa yang dicari orang dari buku-buku drama-romantis ? Perasaan melankolis, kalimat-kalimat romantis yang membuat melayang dan ah…Belum lagi ungkapan-ungkapan sarat makna yang terselip di tiap halamannya. Dan kesemua ini hanya bisa diungkapkan dengan satu kata yakni kepuasan.
Can’t Live Without It
Percaya tidak, hobi membuat segala sesuatu menjadi mudah. Di waktu senggang, membaca. Menunggu teman di café, tarik saja satu novel dari dalam tas dan mulailah membaca. Saat suntuk, membaca. Butuh refreshing, membaca.. Penat, lelah, ingin lari dari rutinitas, buka saja buku dan lagi-lagi membaca. Bagi ‘penggila’nya, buku tak ubahnya semacam ‘candu’. Sebuah kebutuhan untuk merasakan euforia yang diinginkan. Jadi, bisa bayangkan bila hidup tanpa buku? Truly, can’t live without it…..
Jumat, 10 Juli 2009
Are we better than the other people?

Dia ga berhak menghakimi orang lain. Apa dia lebih baik dari M? Coba liat diri sendiri dulu, baru ngeliat orang.. Kalo uda lebih baik, baru boleh protes..
Memang kita lebih mudah untuk melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan diri sendiri. Sedikit saja ada cacat kecil yang dilakukan teman kita, pasti langsung kita sorot tanpa peduli ada apa dibalik semuanya itu. Padahal semua orang bisa buat kesalahan. Kecil atau besar. Bahkan kita sendiri pun sering berbuat kesalahan yang mungkin saja lebih parah dari orang lain.
Tapi seringkali kita tidak sadar dan bahkan menganggap perbuatan kita itu bukan sesuatu yang salah. Mungkin sudah menjadi bakat alami manusia untuk selalu menyalahkan orang lain dan bukannya melihat pada dirinya sendiri.
Well, apapun itu, just try not to judge a book by its cover.. Because u dont know what will you find inside them, right?
Hey, we aren't better than other people! :)
Selasa, 07 Juli 2009
In d middle of nowhere..
The problem is I can not decide. I can not take any decision right now, with so many thoughts in my mind..
Let the music take mu mind..
Just release and I'll be fine...
Akh, I wish you could take me now.. to your place..right by your side..
Just cruise with me baby..
Kamis, 02 Juli 2009
Beugh....Ga konsisten ko..!
Lagian ga jelas juga alasannya jadi bersikap lain gitu, ga ada asap ga ada angin.. langsung aja dieman ga da juntrungannya ...
Plis deeeegghhh... Katanya ga suka cewe yang sikapnya kekanakan... (kata sape??) Dia sendirinya bersikap lebih-lebih dari anak TK..beuuugh....!!!! Capeee dehhhh..... 10 Jariiii....
Dasar ga konsisten ko....! (keluar deh logat medannya...)
Aku mau menyumpahimu...tapi ya sudahlah... rugi banget aku...
Watever!!!!!!!!!!!
Rabu, 01 Juli 2009
Begitulah Cinta

...
engkaulah intan, permata hatiku
engkaulah yang pertama dan engkau yangterakhir selalu
engkaulah raja, mahkota cintaku
lebih dari luas lautan batas cintaku untukmu kasih
pabila ku tiada
bawa daku bersama
tetap bagai neraka tanpamu, begitulah cinta
secerianya sinar mentari, dan cahya rembulan
tetap dunia gelap tanpamu, begitulah .. cinta
engkaulah raja u..u.. kau permaisuriku
engkaulah yang pertama dan engkau yang terakhir
selalu ....
(Aku baru dapet lagunya kemarin.. n i do really love this one...hehe.. Thanks buat Harvey M. and Sheila M. yang udah nyanyi'n lagu ini... )
Selasa, 23 Juni 2009
Remember me
Do you still remember? The way we talk, the way we share, the way we cling to each other?I still remember, the first time you called me. The first time you called my name. The way you talk, the way you laugh, the way you walk, the way you smile, the way you move me, even the way you being mad of me..
The way my heart goes.. bip..bip..bip.. whenever the phone displayed your name. I still remember.
Everything in you. Everything from you. I still remember you.
Will you remember me?
I know you will...
Kamis, 11 Juni 2009
I'm so lucky to have you
Do you hear me?
Talking to you
Across the water
Across the deep blue ocean
Under the open sky
Oh my, baby I'm trying
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard
Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ohhhohhhohhhohhohhohhhohh
They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you, I promise you I will
Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
Though the breezes through the trees
Move so pretty, you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now
Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday
Ohhhohhhohhhohhohhohhhohh
Ohhhohhhohhhohhohhohhhohhohhohhohh
5S
5S
APA ITU 5S ?
5S adalah sikap – sikap yang harus ada ditempat kerja kita da menjadikan landasan awal bagi peningkatan produktivitas, efisiensi dan mutu SDM (lima sikap sederhana yang bisa menjadikan segala sesuatu besar.
SEIRI (Pemilahan/Ringkas) :
Membedakan dengan jelas & tegas antara sesuatu yang dibutuhkan (penting) dan sesuatu yang tidak dibutuhkan (tdk penting). Yang tidak dibutuhkan (tdk penting) harus secepatnya kita buang/sikat.
Contoh : Menerima telpon atau sms untuk ngobrol
SAITHON (Penataan/Rapih) :
Penempatan item yang dibutuhkan dimana dapat dengan mudah terlihat, mendapatkan kembali, dan digantikan dengan mudah oleh siapapun.
SEISO (Pembersihan/Resik) :
Selalu menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh (Clean Company).
SEIKETSU (Pemantapan/rawat) :
Menjaga dan memperbaiki proses dari 1 s/d 3 S
SHITSUKE (Pembiasaan/Rajin) :
Melakukan sesuatu secara benar dan diinternalisasi sebagai kebiasaan.
Benefit dari 5 S :
~ Penghapusan pemborosan, menghasilkan penurunan biaya dan peningkatan capacity.
~ Peningkatan kedisiplinan secara menyeluruh
~ Peningkatan kinerja/produktivitas
~ Peningkatan kualitas SDM
~ Menciptakan karakter atau kebiasaan/budaya yang positif.
~ Menciptakan iklim kerja yang kondusif
~ Menciptakan rasa memiliki dan tanggungjawab yang tinggi.
Rabu, 10 Juni 2009
Inspiration
That's wat Im gonna thingking about today..
I
N
S
P
I
R
A
T
I
O
N
Minggu, 07 Juni 2009
Oh..S***!
Itu kata pertama yang keluar dari mulutku, saat aku buka sms dari my honey yang isinya, "What??"
Spontan aku langsung buru-buru mengetik sms konfirmasi, "Sayang, bla bla bla.."
Secepat aku bisa mengetik dan berpikir. Tapi apa boleh buat, nasi udah jadi bubur, sms dah salah kirim, maka terjadilah kesalahpahaman yang boleh dikata bikin hari 'pertamaku ' ini jadi sangat sangat sangaaaat tidak menyenangkan. I supposed to share this day wit my honey, tapi gara-gara sms yang ga begitu penting itu...akh.. Sekali lagi, Oh S***!
And the drama begun.. Action!!
Aku ga tau gmn ngejelasinnya, tapi yang pasti hari ini yag aku pikir bakal berlangsung baik dan menyenangkan ternyata berbalik sangat kebalikannya..(??maskdunya?? huhu..)
Sepanjang sore tadi aku habisin dengan menangis semalam kaya lagu audi..huhu..huhu..
Ditambah lagi dengan ketidakjelasan dari...piuh.. Very tired lah.
I think im gonna enjoy this 'loneliness'..
Bye, you..and you..
Oh...
Get Ready for a new real me! Ha ha..!
Eniwei pagi ni mulai dari jam setengah 8 dah beres2 stlh malam yang direncanakan untuk beberes ga jadi juga krn..yah..sesuatu hal..hehe..lagi.. nyuci nyyuci dikit, masuk2in barang yang masi diluar, beli karduss, akirnya kelar juga jam 11 - an.. Eh tapi skrg musti nunggu lagi niy, pdhl masi berantakan barang2 di kamar sana.. yah, gpp dh..
Excited, but a little bit sad.. Just get raedy lah..for wat ever it is..!
Chayooo!!!
^^.
Jumat, 05 Juni 2009
Trip to Tanjung Batu
This is the trip to Tanjung Balai-Tanjung Batu, for our friend's daughter wedding.
Gila aja kali yee..masa 3 gadis kece jalan-jalan ama 3 om-om genit..hihihi (pis bapak2..) Pada dah beristri smua tu cowo..huhuhu kaya ga ada perjaka laen aja nih kita,, tuh kata Alin, heran dengan ke'kurangkreatif'an kita-kita dalam mencari teman seperjalanan. :D
Eniwei, very nais vacation wit bapak2 semua.. Hope for the next journey yak..
:b
Senin, 01 Juni 2009
Angry
Aku orang yang pemarah. Aku sulit mengontrol emosi pada saat marah. Kalo sedang marah, aku bisa berakting seperti orang gila. Teriak2, mukul2 bdn, bahkan ga peduli dengan orang sekitar.
"Ga punya malu kau," kata salah seorang teman yang terkena amukanku waktu itu.
"Iya memang aku ga punya," teriakku semakin memanas.
Marah. Aku sulit untuk mengendalikan emosiku.
Malu. Memang akutak punya malu lagi.
Meneyesal. Setelahnya yang tertinggal hanya rasa penyesalan kenapa aku tak bisa mengendalikan diri. Perkataan penuh amarah hanya membuat orang-orang yang kita sayangi tersakiti. Dan secara tak langsung, kita juga sedang menyakiti diri kita sendiri.
Tapi aku sadar, kata-kata emosi yang telah keluar itu tidak bisa ditarik kembali, terlanjur melukai sasaran emosi tersebut, dan menoreh luka. Kalaupun lukanya sembuh, tetap menyisakan bekas.
Aku tau aku tak pantas mendapat maaf, tapi tetap saja aku ingin mengucapnya, "Maaf.."
Walau tak perlu kau maafkan...
For someone that I ...
Rabu, 20 Mei 2009
Talking bout death..
I dunno, a coincidence or not (I hope it is), for these past two months I have some parents's friend passed away. Lets say, my college mate's mom, then my school mate's mom, then my office mate's dad and last my hang-out friend's dad.
Weew.. I know, I know, that actually in this world, everyday, many many peoples are dead. Death always happen. Every time. Every second. But you know when it happen to people that u known, wow, it feels like death is here, near you. Besides you. It will come after you. Soon.
Aargh. Wat i was thingking about is my mom. Frankly i was kinda worried about her, then i tell my sista, but she just got mad at me and she's like
'You shuldnt told me that..Now I'm getting worried about mom..! Keep your mouth shut, sista!' (oops, sorry..well, who else am I supposed to tell this thing..??)
Okay. So I try not to think bout it, and throw away from my mind. .......
I mean throw it away to my honey's mind, and some of my bestfriend's mind..^^,
I dunno, I just kept thingking bout it for 3-4 days, though they all said...
'Your mother's fine.. Do not thingking bout that.. Just relax..'
'Well, no one can predict when the death comes after you.. It could happen to anybody..'
But some said, 'Perhaps you should come home, see your mom..' (AAARGHHH!!)
Anyway, point is..
Life's come..life's gone..
It's just a matter of time..
Senin, 18 Mei 2009
Begini lebih baik..mungkin..
Memisahkan aku dan dia,
Tembok yang mungkin saja sengaja aku bangun,
Mungkin memang seharusnya begini,
Tak perlu ada yang berpura-pura atau saling menjaga,
Begini lebih baik..
:(
Selasa, 21 April 2009
Are you tired of me? Get rest then.
Sudah kesekian kalinya, entah aku tak menghitung sudah berapa banyak pertengkaran kecil dan sangat remeh menyelingi malam-malam kita. Ada beberapa hal yang seharusnya tak perlu dipersoalkan, tapi akhirnya berujung pada 'sensi', diam bahkan 'air mata'.
Setelah aku pikir-pikir, kita berdua memang sangat berbeda jauh. Baik dari segi karakter dan cara menanggapi sesuatu. Kau melihat ke timur, sedangkan aku lebih condong ke barat. Terkadang, atau bolehkah aku katakan, seringnya pendapat kita tak pernah bertemu. Aku yang manja, cengeng dan suka berpikir terlalu jauh, sangat kontras dengan dirimu yang cuek, santai dan lebih suka berpikir praktis. Gaya kita yang bertolak belakang itu terkadang memicu pertengkaran yang sebenarnya sangat tak perlu untuk dibahas. Apalagi setelah aku ingat-ingat akulah yang suka mencari-cari titik api yang tak perlu 'dinyalakan'. Aku tau seperti itulah adanya dirimu, kamu juga tak bisa berpura-pura untuk selalu membujuk 'kebandelan' ku saat sedang kumat. Itu katamu. Dasar memang keras kepala. Aku tetap saja berharap kamu mau sedikiiiit saja mengalah dan membujukku (meskipun bukan tiap masalah terjadi karena kesalahan darimu). Dan seringnya ketika kamu tetap bersikap 'cool-kas', seperti anak-anak yang tidak diberikan permen kesukaannya aku malah semakin menjadi-jadi, dan ga heran kalo seringnya kamu lebih memilih diam. Seperti percakapan kita berikut ini, ketika aku mulai mendesak diam-mu.
"Kamu jangan diam, dong..."
Wuuush! Kepalamu berasap.
"Aku ga tau mau ngomong apa."
"Ya, tapi jangan diam aja, ngomong apa kek.." aku meranjuk manja, yang sumpah mati kamu pasti sudah sangat muak mendengarnya.
Diam, lagi.
Aku mulai mengeluarkan kalimat favaoritku, "Kamu kok jadi marah sih sama aku?"
Iuh, plis deh, cape deh (+3jari), batinmu meronta-ronta kepanasan.
"Dukh, kamu tuh kok suka banget nuduh sih. AKu ga marah.."
"Tapi kok diam? Jangan diam dong?" Ulangku ga penting untuk kesekian kalinya.
Ih, cuek amat sih ni orang. Bilang sayang kek, cinta kek, apa kek gitu.. :(
"Udah kita tidur aja deh." Kecuekanmu berlanjut dengan mantap.
"Iiihh, aku ga bisa tidur kalo gini..." rengekku tak mau mengalah.
"Ya habis mo ngapain lagi?" suaramu naik satu oktaf.
"Tuh kan, kamu marah.."
Grggghgghggg!!!!!!!!!%@&$%@$^$@%&!$%%@
End so on..so on..
What a fatigue conversation!
And I made it.. I always made it...
Oh, how please I am..
Well, gud news, since there will be no phone call tonight.. probably you can take a rest. A peace rest, without my sharp-noisy voice..
Means no arguing tonight..
no fatigue..
No head ache..
No tears..
No me..
Just get rest-lah..
Selasa, 14 April 2009
Perjalanan Terakhir
sangat sedikit orang yang bisa menyentuh kedalaman hatiku,
dan mereka ini adalah tempat kepadanya aku berbagi serta menitipkan kenangan-kenangan yang akan selalu menjadi bagian dalam lembaran hidupku,
Namun akhirnya, disinilah aku, disampingmu,
memulai perjalanan baru,
berharap semoga ini menjadi perjalanan terakhir,
dan bersamamu aku dapat menemukan kota tujuanku...
Senin, 13 April 2009
Aku cinta kamu
Aku ingin memori ini tetap hidup dalam pikiranku.. senantiasa menyala dalam jiwaku.. selalu kubawa dalam langkahku..
Bahkan hingga saat kata-kata ini tertuang, masih membekas dalam ingatanku,
Caramu menatapku seolah kau tak hiraukan kehadiran orang lain selain diriku.....
Senyum manismu yang mampu hadirkan kehangatan ajaib dalam hatiku....
Belaian lembutmu dipipi dan punggungku,
Pelukan hangatmu yang usir segala resah dan galau, dan ketika aku bersandar di bahumu, aku bisa rasakan bahwa saat-saat seperti inilah yang pasti akan selalu kurindukan darimu....
Aroma tubuhmu yang masuk memenuhi hati dan jiwaku,
Cara berjalanmu yang khas,
Alismu yang terangkat sebelah,
Gayamu yang selalu cuek dan seakan-akan tak peduli, padahal aku tahu kamu sangat peduli dan selalu memikirkan kesenanganku,
Canda dan tiap godaan yang kamu lontarkan padaku,
Betapa bahagianya perasaanku saat aku bisa melihat tawamu,
Dan meskipun terkadang ada perbedaan pendapat antara kita, hal itu mengingatkanku bahwa ketidaksempurnaan justru membawa kita pada kesempurnaan sejati,
Semuanya yang ada padamu,
Aku mencintai semua yang ada padamu...
Sayang,
Terlalu indah dirimu untuk dicintai,
Hingga kata-kata 'Cinta' itu sendiri tak mampu mewujudkan perasaan yang aku miliki padamu,
Tapi aku harap kamu tak pernah jenuh mendengarkan kata-kata ini yang aku yakinkan selalu, dan hanya aku ucapkan untukmu,
Sayang,
Aku cinta kamu...
Rabu, 08 April 2009
Untitled
…
Dengan tubuhmu terbaring rapat disisiku,
Kudekatkan wajahku ke wajahmu,
Kurasakan hembusan nafasmu masuk melalui mulutku,
Dalam hati aku bertanya,
Berapa kali lagi, sayang,
Aku bisa melihatmu seperti ini,
Bergelung rapat ditubuhku,
Berbagi kehangatan tubuhmu,
Aku berusaha menerka,
Sepuluh, dua puluh, atau
hanya tinggal malam ini lagikah?
Aku menyesal telah bertanya,
Karena hanya membuatmu semakin jauh dariku,
Kemudian kuhirup lagi nafas dari hidungmu,
Lalu kubiarkan mengalir dalam darah dan nadiku…
Tiga Serangkai

Hai..Tiga serangkai...lagi ngapain kelen sekarang?
Hope u guys okay there.. Cepet2 selesein kuliah kalian, aku dah pengen makan2 niy..=D
Moga kita bisa ngumpul2 lagi kaya dulu ya..jalan2 ga jelas, trus mimpi2 ga jelas..hehe..kan asik tuh, semua pada ga jelas..tapi ada kalian yang nemenin ke'tidakjelasan'ku..
mis u ol, nande'ers..
Jumat, 03 April 2009
Cant wait to see you
Aku hampir tak mampu lagi menghitung hari,
Karena tiap kali aku mencoba,
Hanya ada debaran jantung yang semakin menggila,
Membuatku tak mampu berpikir apalagi menghitung,
Eniwei, just wanna say, that
Cant wait to see you..
Rabu, 01 April 2009
When do I start to learn how to grow up?
Big Girls don't cry
The smell of your skin lingers on me now
You're probably on your flight back to your home town
I need some shelter of my own protection baby
To be with myself in center
Clarity, peace, serenity
I hope you know, I hope you know
That this has nothing to do with you
It's personal, myself and I
We've got some straightenin' out to do
And I'm gonna miss you like a child misses their blanket
But I've got to get a move on with my life
It's time to be a big girl now
And big girls don't cry
Don't cry, don't cry, don't cry
The path that I'm walking, I must go alone
I must take the baby steps till I'm full grown, full grown.
Fairytales don't always have a happy ending, do they?
And I forseek the dark ahead if I stay
I hope you know, I hope you know
That this has nothing to do with you
It's personal, myself and I
We've got some straightenin' out to do
And I'm gonna miss you like a child misses their blanket
But I've got to get a move on with my life
It's time to be a big girl now
And big girls don't cry
Like the little school mate in the school yard
We'll play jacks and uno cards
I'll be your best friend and you'll be my valentine
Yes you can hold my hand if you want to
'Cause I want to hold yours too
We'll be playmates and lovers and share our secret worlds
But it's time for me to go home
It's getting late, dark outside
I need to be with myself in center
Clarity, peace, serenity
Yeah
I hope you know, I hope you know
That this has nothing to do with you
It's personal, myself and I
We've got some straightenin' out to do
And I'm gonna miss you like a child misses their blanket
But I've got to get a move on with my life
It's time to be a big girl now
And big girls don't cry
Don't cry, don't cry, don't cry
Selasa, 31 Maret 2009
Me = Dewi Hera?
Guess wat.. it said Dewi Hera (dewi pernikahan, kesetiaan dan ketulusan).
And what I said..? Lets see..
Pernikahan : Uhmm..? Nope.. Thats very very a 'NO NO'.. I guess..
Kesetiaan : Am I? I mean... I doubt it..!
Tulus : Yah, bolehlah..paling ga aku selalu ngasi totalitasku ke orang yang aku sayangi..
So, Dewi Hera..dont compare urself with me..kasian kamunya..hehe..
(Just a break beetween lunch break)
C ya..
Jumat, 27 Maret 2009
Some part of ...
Hari ini sama seperti hari lainnya. Langit tetap biru, burung masih berkicau riang diranting pohon kapuk tua yang ada didekat bangku taman itu. Bangku taman kecil itu memiliki ukiran daun-daunan disandaran punggungnya. Letaknya berhadapan dengan sebuah danau buatan. Airnya tenang, hanya sesekali beriak perlahan ditiup angin semilir.
Bangku taman itu, justru ialah yang membuat perbedaan pagi ini.
Hari-hari sebelumnya kehadiran mereka saling menggenapi, duduk merapat, berbagi cerita lucu, dan saling tertawa. Namun hari ini, yang ada hanya sang wanita. Ia duduk sendirian, dibangku taman itu. Mendekap tubuhnya erat-erat. Matanya menerawang jauh keseberang danau. Tiba-tiba setitik air mata mengalir dari ujung mata hingga turun ke dagunya. Jatuh perlahan diatas lengannya yang sedang mendekap tubuhnya.
Setitik, dan setitik lagi. Hingga akhirnya tubuhnya terguncang pelan oleh gelombang kepedihan yang meluap-luap. Kedua tangannya kini menutup wajahnya. Berusaha meredam air mata dan isak tangis yang menguasai.
Sepertinya usahanya itu sia-sia. Karena dia terus menangis, dan tetap tinggal disana, dibangku taman itu, entah untuk berapa lama.
Pria yang kini menghilang itu, biasa memanggilnya, Maya.
Rabu, 25 Maret 2009
Lupus : Q/A
Apakah Lupus itu?
Lupus adalah penyakit “Autoimun” (kekebalan tubuh sendiri) kronik atau berkepanjangan, dimana sistem kekebalan tubuh menjadi hiperaktif disebabkan hal yang belum diketahui dan menyerang jaringan tubuh sendiri yang sehat.
ada 3, yaitu:
1. Cutaneus Lupus (seringkali disebut Discoid) yang mempengaruhi kulit.
2. Systemic Lupus (SLE)yang menyerang organ tubuh seperti: kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak dan syaraf.
3. Drug induced lupus (DIL), timbul setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang setelah 6 bulan. Tetapi ANA tetap positif untuk bertahun-tahun.
Apa penyebab Lupus?
Penyebab yang sebenarnya belum diketahui, tetapi terdapat faktor risiko yang dapat mempengaruhi timbulnya lupus yaitu genetik dan lingkungan
Apa yang dapat membangkitkan Lupus?
Diduga ada beberapa faktor tertentu penyebab bangkitnya atau kambuhnya lupus, antara lain: Sinar ultraviolet, obat-obatan tertentu, infeksi, beberapa antibiotik tertentu, hormon.
Apakah penyakit ini menurun?
Diduga (walaupun belum terbukti secara ilmiah) orang tua dapat mewariskan faktor tertentu kepada keturunannya sehingga mereka rentan terhadap lupus. Bukan berarti mereka pasti akan menderita lupus, hanya mereka akan lebih mudah terkena. Pada saat ini tidak terdapat tes genetik untuk meneliti apakah seseorang rentan terhadap lupus atau tidak.
Bagaimana tampak ruam / radang tersebut?
Beraneka ragam.
1. “Butterfly rash”, radang kulit pada wajah bentuknya seperti kupu-kupu mulai dari kedua belah pipi sampai ke hidung. Bisa tampak rata atau timbul. Dapat berwarna merah terang, kemerah-merahan, atau kekulit-kulitan.
2. Radang discoid, bentuknya seperti uang logam atau oval sepertii disket. Terdapat pada bagian kulit yang sering terkena sinar matahari, terutama daerah sekitar leher. Cenderung berwarna merah, timbul dan bersisik. Bila sembuh, bekasnya tetap terlihat. Radang ini juga dapat menyebabkan perubahan warna kulit disekitarnya menjadi lebih terang atau gelap. Juga timbul pada kulit kepala.
3. Redness, radang cutaneus yang kurang parah, bentuknya juga seperti uang logam, sangat peka cahaya dan bisa bertambah parah bila terkena sinar ultra violet. Tetapi tidak meninggalkan bekas, dan biasanya timbul di seluruh permukaan tubuh.
Dapatkah Cutaneus Lupus berkembang menjadi Systemic Lupus?
Ya, 10% kasus Cutaneus lupus berkembang menjadi systemic lupus. Tetapi ini dapat diperkirakan atau dicegah sebelumnya?
Bagaimana pengobatan Cutaneus lupus?
Pengobatan cutaneus lupus menggunakan krim atau salep >corticosteroid. Tetapi jika tidak ada reaksi, dokter biasanya menyuntik corticosteroid langsung pada radang. Jika radang terlalu tersebar luas, biasanya digunakan corticosteroid yang dapat diminum, atau dapat juga diberikan obat-obatan jenis anti malaria, seperti Plaquenil (hydroxychloroquine).Pengunaan alat-alat yang mengurangi efek sinar matahari untuk mencegah bertambah parahnya radang, sangatlah penting.
Apa artinya fotosensitifitas dan bagaimana reaksinya?
Fotosensitifitas adalah kepekaan terhadap sinar UV (ultra –violet), seperti sinar matahari atau sumber lainnya. Reaksi yang khas biasanya berupa peradangan pada kulit, tetapi juga demam, kelelahan, sakit persendian dan gejala-gejala SLE lainnya. Pada beberapa kasus , sinar matahari dapat menyebabkan gangguan ginjal.
Dokter apa yang dapat mendiagnosa SLE?
Bila semua kriteria terpenuhi sekaligus, semua ahli medis (dokter umum, spesialis penyakit dalam, dokter anak)dapat membuat diagnosa yang tepat. Tetapi, seperti sudah diketahui, seringkali gejala timbul satu persatu sehingga tidak dapat langsung didiagnosis. Dalam hal ini perlu berkonsultasi dengan rheumatologis.
Bagaimana SLE dapat didiagnosa?
Ahli-ahli medis menggunakan daftar 11 kriteria ARA (American Rheumatism Association) untuk membantu mendiagnosa SLE.
Seseorang perlu memenuhi setidak-tidaknya 4 dari 11 kriteria untuk memastikan diagnosis.
1. Ruam (bercak-bercak) diskoid
2. Ruam malar (di pipi)
3. Radang selaput dalaman, selaput paru atau jantung
4. Kelainan ginjal: protein dalam air kencing melebihi 500mg/ 24 jam
5. Radang sendi non-erosif pada 2 sendi atau lebih
6. Kelainan darah: anemia, leukopenia, trombositopenia
7. Fotosensitifitas
8. Kelainan sistem saraf:kejang atau kelainan jiwa
9. Sariawan di rongga mulut dan tenggorokan
10. Kelainan immunologi (anti ds-DNA positif, anti-antibodi sm positif, atau tes terhadap sifilis palsu atau sel LE positif)
11. Kadar antibodi-antinuklir abnormal
Tes ANA biasanya digunakan sebagai screening test SLE. Diketahui, 95 % penderita SLE mempunyai hasil positif tes ANA. Oleh karena itu, bila seseorang menunjukkan gejala-gejala SLE, tetapi tes ANA-nya negatif, biasanya itu dianggap bukti yang cukup kuat bahwa lupus merupakan penyebab timbulnya gejala-gejala tersebut. Di lain pihak, bila tes ANA positif, belum berarti bahwa seseorang menderita lupus. Hasil positif itu hanya indikator, bukan diagnostik.
Keadaan seperti ini dapat ditemukan pada penyakit-penyakit lain, seperti: Rheumatoid arthritis, Sjorgen’s (show-grens) syndrome, Scleroderma, Penyakit-penyakit menular (mononucleosis, malaria, subacute bacterial endocarditis), Penyakit-penyakit autoimmune(penyakit autoimmune thyroid, penyakit autoimmune liver)
Mengapa SLE sangat sukar didiagnosa?
Ada beberapa alasan:
- Systemic lupus adalah penyakit multi system. Sebelum penyakit jenis ini dapat didiagnosa, harus timbul gejala pada bagian-bagian tubuh dahulu. Lalu penelitian laboratorium harus mengidentifikasikan kehadiran penyakit multi system ini.
- Penyakit ini tidak berkembang sekaligus, tetapi perlahan-lahan seiring dengan waktu. Gejalanya timbul dan hilang silih berganti,dan pada umumnya memakan waktu yang cukup lama untuk akhirnya dapat diindikasi kehadirannya. Jarak waktu tersebut berbeda-beda pada setiap kasus, kadang-kadang memakan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.
- Systemic lupus juga terkenal dengan sebutan “Great Imitator” (peniru yang hebat) karena dapat meniru berbagai macam penyakit dan keadaannya.
- Tidak adanya tes khusus untuk mendiagnosa Lupus. Seringkali, orang yang didapatkan positif lupus (dari tes anti nuclear antibody) ternyata tidak mengidap penyakit tersebut.
Bagaimana pasien bisa mengetahui bahwa lupusnya sedang aktif?
Bila lupus sedang kambuh, pasien bisanya dapat merasakan kembalinya gejala yang telah mereka alami sebelumnya. Tetapi kadang-kadang muncul juga gejala yang baru. Ini termasuk:demam, sakit persendian, pembengkakan persendian, cepat capai, kurang nafsu makan, rambut rontok, pedih atau borok pada lubang hidung atau mulut. Suhu tubuh diatas 38 derajat celcius, bukan karena infeksi, juga merupakan tanda-tanda.
Kapan sebaiknya pasien memberitahu dokternya?
Anda sebaiknya memberitahu dokter secepatnya bila terjadi perubahan pada gejala anda, atau bertambahnya parah lupus. Seperti misalnya:
- Darah pada waktu buang air besar atau pada muntah.
- Sakit perut yang parah
- Sakit dada
- Serangan mendadak
- Timbul demam atau bila suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya
- Lecet atau perdarahan pada tubuh anda
- Perubahan mood
- Gejala kombinasi seperti sakit kepala dengan leher kaku dan demam.
Kombinasi seperti ini dapat gawat sehingga anda perlu memperingati dokter anda secepatnya. Hal-hal lain yang mengharuskan anda berkonsultasi dengan dokter. Misalnya bila anda telah mencoba obat-obatan baru untuk beberapa saat seperti dianjurkan dokter, tetapi keadaan anda tidak menjadi lebih baik, atu bahkan malah memperburuk. Beritahu dokter anda secepatnya.
Adakah cara untuk memperlambat perkembangan lupus atau bahkan mencegahnya?
Kalau memang lupus sedang berkembang di tubuh anda, tidak ada cara untuk mencegahnya.
Tetapi anda dapat melakukan hal-hal tersebut di bawah ini:
- Mengenali lupus sebaik mungkin, sehingga bila gejala mulai bertambah banyak, anda dapat mengenalinya dan memperingati dokter anda.
- Banyak istirahat dan latihan kebugaran
- Sikap makan yang seimbang
- Menghindari cahaya matahari yang berlebihan
- Berusaha menangani stress secara efektif
- Mematuhi saran-saran dokter anda
Apakah lupus penyakit yang fatal?
Secara umum lupus bukanlah penyakit yang fatal.faktanya dengan pengobatan dan penelitian close follow up, 80-90 % pasien lupus dapat hidup dengan normal.
Apakah lupus dapat disembuhkan?
untuk saat ini tidak diketahui cara menyembuhkan lupus, kecuali adanya metode perawatan yang efektif.
Apa yang biasanya menjadi penyebab pasien lupus meninggal?
Kebanyakan adalah infeksi dan kegagalan ginjal.
Jika pasien lupus didiagnosa lupus anticoagulant. Apakah artinya dia menderita Systemic lupus eritematosus (SLE)?
Lupus anticoagulant dikategorikan sebagai tipe antiphospholipid yang pertama dideteksi pada penderita lupus. Baru kemudian diketahui bahwa bukan penderita lupuspun memproduksi antibody ini. Kenyataannya, 50 % dari orang yang mempunyai antiphospholipid tidak menderita lupus. Jadi bila seseorang mempunyai antibody lupus anti coagulant bukan berarti ia akan menderita SLE.
Ada sindrom yang dinamakan ‘primary antiphospholipid syndrom” (PAPS). Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak menunjukkan gejala SLE tetapi memproduksi anti body antiphospholipid seperti lupus anticoagulant dan/atau antibody anti-cardiolipin dan kemudian mengalami masalah pembekuan darah, keguguran, atau thrombocytopenia (jumlah platelet rendah). Mereka yang mengalami PAPS bukan penderita lupus.
Apakah Lupus sama dengan AIDS?
Tidak. Pada AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) sistem kekebalan kurang aktif, tidak sempurna. Pada Lupus sistem kekebalan terlalu aktif memproduksi antibody yang sangat banyak. AIDS menular, sedangkan lupus tidak. Mayoritas orang yang didiagnosa dengan AIDS meninggal karena penyakit ini. Sedangkan mayoritas penderita lupus hidup sampai batas umur yang normal
Apakah pasien lupus dapat mendapat kanker?
Kemungkinan Odapus mendapat kanker sama besar seperti orang-orang lain pada umumnya. Tetapi mereka yang pernah menggunakan obat-obatan chemotherapy tertentu memang membawa resiko kanker di masa yang akan datang.
Bagaimana perawatan kanker pada pasien lupus?
Kanker dapat diobati dengan cara: operasi, penyinaran dan atau chemotherapy.
Semua penderita lupus yang pernah mengalami operasi kanker harus dipantau secara dekat oleh ahli medis dan/atau rheumatologis untuk melihat perkembangan lupus selama periode itu. Pasien yang menerima therapy steroid dan prosedur operasi, dosis steroidnya harus disesuaikan selama waktu menjelang operasi dan dikembalikan perlahan-lahan setelah operasi. Bila seseorang akan dioperasi dan masih menggunakan nonsteroidal anti-inflammatory atau aspirin, yang kedua-duanya dapat mempengaruhi proses pembekuan darah, harus menghentikan obat-obatan ini sebelum operasi untuk membatasi perdarahan.
OBAT
Obat-obatan apa saja yang dapat menyebabkan DIL?
Obat-obatan yang sudah terbukti dapat menyebabkan DIL:
- Procainamide, nama dagang Procan atau Pronestyl, digunakan pada gangguan detak jantung.
- Hydralazine, nama dagang Apresoline atau Apresazide, digunakan pada tekanan darah tinggi.
- Isoniazid, nama dagang INH, untuk TBC
- Quinidine, untuk gangguan detak jantung
- Phenytoin, nama dagang Dilantin, untuk kejang-kejang.
Apakah penderita SLE atau cutaneus lupus sebaiknya menghindarai obat-obatan yang berhubungan dengan DIL?
Sebagian besar obat-obatan yang berhubungan dengan DIL dapat digunakan oleh penderita SLE atau cutaneus lupus, bila tidak ada alternatif lainnya.
Bagaimana cara merawat lupus?
Titik berat perawatan lupus adalah mengurangi peradangan. Ada 4 besar obat-obatan yang digunakan:
- Obat-obatan non-steroidal anti inflammatory, seperti ibuprofen (advil & motrin), naproxen, naprosyn (aleve), clinoril, feldene, voltaren.
- Obat-obatan corticosteroid, seperti prednison, prednisolone, medrol, deltasone, cortison, dll.
- Obat-obatan anti malaria sangat efektif untuk persendian yang sakit, luka kulit dan borok di dalam hidung atau mulut. Obat anti malaria yang sering diberikan adalah plaquonil (hydroxichloroquine).
- Immunosuppressants/ chemotherapy, umumnya digunakan pada mereka yang mengalami kambuh yang parah(organ tubuh terkena), atau untuk menurunkan penggunaan dosis steroid. Obat ini untuk menyetop over aktifitas sistem kekebalan dan juga membantu membatasi kerusakan yang terjadi dan mengembalikan fungsi organ. (lupus bukan sejenis cancer)
Mayoritas pasien lupus dirawat dengan menggunakan ketiga obat-obatan pertama. Digunakan sekaligus atau sendiri-sendiri. Karena reaksi tiap orang terhadap suatu obat berbeda-beda, biasanya perlu beberapa waktu untuk mengetes kecocokan atau ketidakcocokan seseorang pada obat-obatan tertentu. Seringkali para ahli mencoba secara satu persatu, melihat hasilnya sebelum mengganti dosis atau ke obat lain.
Adakah obat-obatan yang sebaiknya dihindari penderita lupus?
Tidak ada obat yang sangat tepat atau sangat tidak tepat bagi pasien SLE.
Dokter anda harus memperhatikan faktor alergi terhadap obat-obatan tertentu, dan mempelajari hubungan antara masa kambuh dan hormon estrogen atau pil KB.
Pasien terutama harus berhati-hati pada obat-obatan antibiotik sulfa(Bactrim, gantrisin, septra)sering diberikan pada orang yang mengalami gangguan infeksi pada saluran kencing, dan dapat menambah kepekaan penderita lupus terhadap sinar matahari, mengakibatkan rendahnya jumlah darah merah yang biasanya diikuti kambuhnya penyakit.
Apa yang dapat Pasien lupus lakukan jika obat penghilang rasa sakit tidak terasa efeknya lagi?
Ada yang dapat memanfaatkan panas, atau justru dingin. Lainnya merasa jika mereka bisa mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit, akan sangat membantu.
Apakah hormon dapat membuat lupus kambuh?
Tidak diketahui secara pasti. Ada beberapa pengalaman pribadi dimana lupus kambuh pada masa kehamilan, masa datang haid, penggunaan pil KB, dan therapy pergantian hormon. Diduga hormon mempunyai peranan, tetapi tidak diketahui secara pasti. Perbandingan penderita lupus antara perempuan dan laki-laki adalah 9:1, jadi peranan hormon pada sistem kekebalan tubuh kemungkinan ada.
POLA HIDUP
Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pasien SLE?
- Diet : tidak ada diet khusus untuk lupus. Sebaiknya memang pasien lupus mengikuti diet yang disarankan american heart association atau american cancer society. Keduanya berkadar lemak rendah, kadar garam rendah, dan sedikit gula halus. Selain itu keduanya seimbang karena mengandung jumlah yang cukup dari beraneka ragam jenis makanan. Jenis makanan tertentu yang mengakibatkan kambuhnya gejala lupus anda, tentu harus dihindari.
- Vitamin: Umumnya multi-vitamin tambahan sudah cukup, tetapi konsumsi vitamin yang berlebihan dapat membahayakan dan harus dihindari. Calsium supplement untuk mencegah penipisan tulang (osteoporosis) sangat baik. Pasien yang memakai methotrexate seringkali dianjurkan untuk minum folic acid sebgai tambahan.
- Olah-raga: berolahraga secara teratur dianjurkan pada setiap pasien lupus, khususnya bila mereka sedang sehat dan fit. Jalan kaki, berenang, bersepeda, dan olah raga aerobic lainnya sangat baik. Tetapi berhati-hatilah, hindari rasa capai yang berlebihan.
- Kecapaian: bila lupus anda sedang aktif, anda akan sering merasa letih. Sangatlah penting mengetahui kapan tubuh anda memerlukan istirahat. Karena istirahat yang cukup sangat penting pada saat seperti itu. misalnya tidur siang, menyesuaikan kegiatan anda, dan menyusun prioritas anda. Menyesuaikan diri terhadap kondisi ini melatih anda untuk mengatur ritme kegiatan anda sehari-hari. Latihan aerobic secara teratur membantu daya tahan tubuh anda, biasanya sangat membantu jika anda sedang mengalami kelelahan. Hindari berolah raga dengan berlebihan bila anda merasa sedikit demam atau tanda-tanda penyakit yang cukup aktif lainnya.
- Tidur:Banyak-banyak tidur. Tetapi jangan lupa bila kondisi anda sedang membaik sebaiknya anda kembali melakukan kegiatan-kegiatan seperti sebelumnya secara perlahan-lahan. Tidur siang atau tidur sebentar dapat sangat menolong. Sangat penting beristirahat yang cukup pada malam hari dan tidak terlalu sibuk pada siang hari , supaya anda tidak menjadi terlalu letih.
- Obat-obatan: gunakan obat-obatan yang dianjurkan dokter anda. Bila terjadi efek sampingan, beritahu dokter anda. Berusahalah mengetahui kegunaan obat-obatan yang anda gunakan, sehingga anda dapat memantau hasilnya. Bila tidak beritahu dokter anda.
- Jadwal kerja: jenis pekerjaan yang dapat dilakukan penderita lupus sangat bermacam-macam. Banyak pasien lupus yang sanggup melakukan pekerjaan full time, sedangkan ada yang harus mengurangi jadwal mereka. Malahan ada yang sama sekali tidak sanggup bekerja dan memilih mengambil pesangon .
Apakah stress mempengaruhi lupus
Tidak diketahui secara pasti. Ada beberapa pengalaman pribadi dimana lupus kambuh pada saat atau setelah periode stress. Tetapi untuk membuktikannya diperlukan penelitian ilmiah.
Bagaimana mengatasi rambut rontok yang disebabkan radang kulit kepala?
Bila hasil biopsi menunjukkan kondisi kulit kepala yang cukup parah, kemungkinan untuk mendapatkan rambut seperti sedia kala sangat kecil. Bila tidak parah, pengobatan dengan corticosteroid dan/atau obat-obatan anti malaria dapat membantu memulihkan keadaan rambut. Bila Lupus sedang tidak kambuh, biasanya rambut akan tumbuh kembali.
Apakah pasien lupus akan menjadi cacat dan menggunakan kursi roda?
Lupus arthritis umumnya tidak menyebabkan kecacatan pada persendian. Kadang-kadang avascular necrosis dari tulang, berhubungan dengan steroid dan lupus, mengharuskan operasi penggantian pinggul atau lutut.
Apakah pijat cukup aman bagi penderita lupus?
Ya, kalau anda merasakan manfaatnya. Kalau tidak sebaiknya dihindari.
Apakah akupunktur dapat membantu?
Banyak cerita pasien yang merasakan manfaat akupunktur. Ini juga merupakan pengobatan alternatif gejala lupus yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Tetapi, umumnya para ahli medis tidak terlalu kagum dengan manfaat akupunktur.
Apakah ada jamu-jamuan atau vitamin yang direkomendasikan untuk pasien lupus?
Kami tidak merekomendasikan jamu-jamuan atau vitamin tertentu. Karena ini daerah yang masih perlu penelitian ilmiah lebih lanjut. Anda harus tetap berhati-hati, karena beberapa jenis jamu mempunyai kandungan yang cukup berbahaya.
Dari: Berbagai sumber

