Ketika aku berdiri di persimpangan jalan ini, aku tahu hidupku tidaklah mudah. Semakin banyak masalah dan tantangan yang akan aku hadapi. Aku tahu jalanku yang rumit dan berliku tidaklah menjadi lurus dengan pilihanku itu. Tapi aku menutup mata dan telinga terhadap suara-suara hatiku, mempertahankan keinginanku yang hanya terbawa emosi tak berpikir jauh serta akibat yang harus aku tanggung sampai kapan aku tak tahu.
Selama waktu itu aku jalani hidupku seperti mendaki bukit, terkadang turun lembah, bahkan menyelami lautan dalam, naik lagi melayang di udara, terhempas lagi ke bumi, begitu terus hingga rasanya badanku akan rontok. Tak lama lagi. Mungkin.
Kini aku sudah terjatuh begitu dalam, oleh pilihan yang menghantarkanku ditengah-tengah area yang tak lagi kukenal. Aku tersesat oleh pilihanku sendiri. Seperti benang kusut yang tak bisa dikembalikan lagi Aku mau keluar dari sini. Aku sudah cukup lelah dan penat dengan berada di tempat yang bukan seharusnya aku berada.
Aku berdiri sekarang, beratus-ratus km jauhnya dari persimpangan awal tadi. Dan aku tak tahu jalan kembali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
oleh kerena itu semangatlah dalam melakukan segala hal dan percayakan semua kepada hatimu.
Posting Komentar