Ada hal-hal yang selalu mengikat, sehingga membuat kita tak mampu melakukan hal yang berarti dalam hidup ini. Masa lalu dan kebencian. Mengikatkan diri pada masa lalu, berarti kau tidak bisa menerima kejadian apapun yang terjadi di masa depan. Sementara kebencian, perlahan-lahan kau sedang membunuh dirimu sendiri.
Ketika Wina seorang gadis muda harus menerima kenyataan bahwa hidupnya akan berakhir dalam hitungan tahun bahkan mungkin bulan, perasaan memberontak dan marah mengisi hari-hari terakhirnya. Kegalauan kala harus meninggalkan kekasih tercinta dan juga pergulatan batinnya dalam memaafkan ibu kandungnya yang setelah ia divonis sakit baru mencoba memperbaiki hubungan diantara mereka yang sudah kritis.
Apakah kebencian memang memberikan jalan keluar yang terbaik? Ataukah sebaliknya hanya memperumit persoalan hati?
Terkadang melalui kepahitan manusia baru bisa belajar untuk memaafkan. Namun pada akhirnya semua tetap berpulang kembali lagi pada pribadinya masing-masing, apakah memilih untuk tetap membenci atau melupakan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar